Wednesday, July 15, 2015

SUBNETTING & PENGATURAN IP PADA LOKAL AREA NETWORK

TUJUAN PRAKTIKUM :
1.      Memahami Format IP Addressing versi 4 beserta pembagian kelasnya.
2.      Memahami Subnetting Classfull & Classless secara CIDR / VLSM.
3.      Dapat mengkonfigurasi IP pada jaringan Local Area Network.

PENDAHULUAN
Untuk berkomunikasi dengan host lain didalam suatu jaringan, sebuah host harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).

IP address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan node/host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.
Berikut adalah alokasi bit untuk alamat IPv4 :

 Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas :
Subnetting :
Mengapa dilakukan subnetting ?
1.      Untuk mengurangi lalu lintas jaringan (mengurangi broadcast storm/ memperkecil broadcast domain)
2.      Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan
3.      Pengelolaan yang  disederhanakan (memudahkan pengelolaan,
mengidentifikasikan permasalahan)
4.      Penghematan alamat IP

Pada dasarnya subnetting adalah mengambil bit-bit dari bagian host sebuah alamat IP danme-reserve atau menyimpannya untuk mendefinisikan alamat subnet. Konsekuensinya adalah semakin sedikit jumlah bit untuk host. Jadi semakin banyak jumkah subnet, semakin sedikit jumlah bit yang tersedia untuk mendefinisikan host bit.
Contoh Subneting
Misalkan tersedia network address 192.168.1.0 / 24 → “ berarti kelas C ”. (Lihat tabel di atas) Misal kita membutuhkan 6 kelompok jaringan/network, maka yang kita lakukan adalah membagi alamat tersebut menjadi 6  subnet.

Post a Comment