Tuesday, May 29, 2012

Asal-Usul Melayu Sambas Berdasarkan Teori Bahasa



        Teori lama, yang dipelopori oleh Kern (Collins 2006: 14) menyatakan bahwa  migrasi Melayu purba ke Nusantara berasal dari Champa, Chocin-Cina (Indonesia),Kamboja dan sekitarnya  terus ke Semenanjung Melayu dan menyebar ke kawasan lain di Nusantara ini. Namun, teori itu telah usang. Terhadap teori itu Peter Bellwood (Collins 2006; 19), seorang ahli arkeologi Australia menyatakan :
        “the old idea, so often repeated in popular works today, that the Austonesian migrated from the Asian mainland through the Malay Peninsula or Vietnam is absolutely wrong.”
Bukti-bukti bahasa dan arkeologis menunjukan bahwa migrasi Austronesia purba yang merupakan asal-usul bahasa Melayu justru berasal dari Taiwan ke Fhilipina terus ke Kalimantan melalui sebelah utara Fhilipina. Berdasarkan kesimpulan tentatif Bellwood (2006:61) migrasi itu diperkirakan terjadi pada 2500 atau 1000 sebelum masehi. Oleh karena itu, dihipotesiskan bahwa di kawasan Nusantara, Melayu pertama kali bertapak di bagian barat pulau Kalimantan.

        Menurut para pakar linguistik, misalnya Collins (2005b) bahwa bahasa melayu yang merupakan salah satu ciri masyarakat Melayu, sudah wujud di Nusantara sejak masa purba yang tidak lain adalah turunan bahasa Austronesia Purba. Penelitian terbaru menunjukan bahwa Kalimantan Barat merupakan tempat asal-usul bahasa Melayu Purba, penutur bahasa melayu purba, nenek moyang dari semua dialek Bahasa Melayu yang masih ada dan yang sudah punah, mendiami daerah-daerah Khusus secara ekologis:rawa-rawa, tanah basah, delta, dan pantai dari sistem sungai di Kalimantan Barat. Keadaan ini memungkinkan mereka mempertahankan dan mengembangkan teknologi pelayaran. Oleh karena itu, mereka sangat mudah untuk menyalurkan benda dan budaya antara orang Austronesia di pedalaman dan orang-orang yang tinggal di luar batas perairan Kalimantan.
        Karena penguasaan teknologi maritim yang maju, penutur bahasa melayu purba pindah dari kawasan barat kalimantan kearah barat menyebrang laut cina selatan melalui pulau Tambela(n) dan Riau ke Sumatra kemudian ke ujung selatan yaitu ke semenanjung Malaysia sekarang. Migrasi selanjutnya terjadi dari bagian barat Kalimantan menyebar di sepanjang pantai utara Kalimantan selanjutnya menuju ke selatan dan kembali menuju barat. Oleh karena itu hampir sebagian besar daerah dengan sistem perairan yang penting di Kalimantan terdapat pemukiman yang menjadi penutur bahasa Melayu. Selanjutnya terjadi pula migrasi ke pulau Luzon terus kepulau Maluku. Sementara itu perpindahan dari bagian Barat Kalimantan tetap berlangsung keselatan menyebrangi Selat Karimata ke Belitung dan Bangka di bagian selatan Sumatra, khususnya daerah sungai Musi dan pantai barat Jawa, termasuk Jakarta sekarang. Menurut perkiraan Collins (2005b; 4) terjadi migrasi penutur bahasa Melayu Purba ini bermula menjelang abad ke-2M atau sekitar tahun 100M.
        Sejarah migrasi yang diuraikan diatas didasarkan atas pendapat sebagian besar ahli arkeologi Austronesia dan Linguistik komperatif bahwa bagian barat Kalimantan merupakan tanah asal Melayu. Berdasarkan pendapat diatas dapat diduga bahwa kawasan Sambas sekarang merupakan salah satu daerah yang sejak migrasi Purba sudah menjadi tempat pemukiman orang Melayu.
        Pendapat itu di perkuat lagi oleh temuan yang menunjukan bahwa Kalimantan Barat sudah berhubungan dengan dunia internasional sejak lama. Di kalimantan Barat di temukan manik-manik batu Akik dari india dengan gendang gangsa dari Dongsong Asia tenggara yang bertahun abad ke-4M dan juga timbunan patung Budha dari Perak dan emas yang bertarikh sekitar abad ke-8M. Sejak masa itu terjadi interaksi berbagai suku bangsa. Sambas yang merupakan salah satu daerah pantai bagian barat Kalimantan, terlibat dalam hiruk-pikuk interaksi itu.
        Pada gelombang berikutnya tidak hanya terjadi migrasi dari bagian barat Kalimantan kekawasan lain di Nusantara, tetapi sebaliknya. Kekayan alam seperti hasil hutan dan terutama hasil tambang berupa emas dan intan di Kalimantan Barat sudah menarik perhatian orang luar untuk datang kekawasan ini, oleh karena itu Kalimantan Barat segera menjadi pembicaraan luas di dunia luar. Orang-orang dari Cina, Sumatra,Semenanjung Melayu, termasuk orang-orang dari kawasan timur indonesia sekarang, membentuk pemukiman di Kalimantan Barat termasuk Sambas. Tidak heran di beberapa tempat nama-nama  terdapat kampung yang menunjukan asal-usul komunitas yang pertama kali membuka kampung tersebut seperti kampung Bangka, Kampung Cina, Kampung Arab, Kampung Bugis,Kampung Jawa, dan sebagainya. Pada kenyataanya kehadiran orang luar ini tidak hanya untuk mengambil kekayaan alam dari Kalimantan Barat, tetapi juga secara sosial terjadi pertukaran budaya. Tidak sedikit terjadi pula pembauran dengan penduduk setempat, bahkan ada pula yang kemudian menikah dengan penduduk setempat.
        Dan dari uraian diatas dapat di nyatakan bahwa asal-usul masyarakat Melayu Sambas sekarang terdiri dari beberapa campuran penduduk asli dengan endatang dari Taiwan sebagai pembawa bahasa Ausronesia Purba, penduduk yang datang dari bagian lain Nusantara yang lebih kemudian adalah seperti Brunei, Sumatera, Semenanjung Melayu, Kawasan timur Indonesia dan beberapa kawasan lain didunia. Meskipun demikian dapat dipastikan bahwa masyarakat Melayu Sambas sekarang sebagian besarnya dari penduduk asli.
Post a Comment