Saturday, January 21, 2012

Kekuasaan Sambas















Informasi paling awal yang dapat di ketahui tentang sejarah Sambas adalah berkenaan dengan Kerajaan Raden Janur yang terletak di Paloh pada akhir abad ke-13 (menurut Uray Jalalludin Yusuf Datuk Ronggo sekitar 1291, (Rahman : 14),Paloh merupakan wilayah paling utara kabupaten Sambas yang sering di gelari sebagai Negri Orang Kebenaran atau NOK (Orang Alam atau OAA/Khaya-angan),dan merupakan dari wilayah Negri Sarawak kuno.
          Kerajaan Raden Janur dapat dikatakan sebagai kerajaan Sambas Asli Karena muncul sebelum kedatangan pasukan dan kekuasaan Majapahit kesana.
Tidak jelas bagaimana struktur masyarakat dan apa agama mereka anut pada masa itu. Kemungkinan besar mereka telah beragama islam mengingat gelarnya sebagai “Negri Orang Kebenaran” yang bermakna Negrinya Wali Allah. Data yang ada tentang sejarah perpolitikan di Sambas secara umum di mulai dengan kekuasaan Majapahit sambas di masa Raden Janur .
Di ceritakan bahwa pada suatu malam ia telah kejatuhan batu meteor bercahaya sebesar buah kelapa yang dinamakan Mustika Bintang. Batu “Ajaib” dari langit itu tentu diyakini memiliki banyak Khasiat dan keutamaannya.
Minat untuk memiliki benda tersebut menjadi alasan utama Prabu Majapahit mengirim pasukannya ke Sambas. Kedatangan prajurit Majapahit secara besar-besaran pertama kali terjadi pada 1364 bertujuan untuk merampas pusaka “Mustika Bintang” milik Raden Janur. Mereka mendarat di pantai Sambas yang di namakan “Jawi” yang sekarang di sebut dengan “Jawai”. Raden janur tidak mau memberikan Mustika Bintangnya, melainkan pergi ke hutan meninggalkan istananya kemudian menghilang dan di yakini menjadi “Orang Kebenaran” atau disingkat dengan “OK”/ Orang Halus disingkat dengan “OH” (Rahman:14).
Pasukan Majapahit kemudian hidup berbaur dengan masyarakat dan sejak itulah terbentuk kekuasaan di daerah Sambas, di pimpin oleh para penguasa keturunan Majapahit yang memeluk agama Hindu dan Budha. Kerajaan pertama terletak di Paloh yaitu dengan merebut dan melanjutkan kekuasaan yang telah di tinggalkan oleh Raden Janur. Kemudian pada pertengahan abad ke-15 pusat kerajaan di pindahkan ke kota Lama di Benua Bantanan-Tempapan.kecamatan Teluk Keramat. Di antara penguasa yang terkenal pada saat itu disana adalah Raja Tang Nunggal. Ratu Gipang, dan Ratu Sepudak bersama saudaranya Timbang Paseban yang berkuasa sejak 1550 (Rahman:15).
Perlu di kemukakan bahwa pada awalnya wilayah kerajaan Sambas dan termasuk Sarawak adalah bagian dari kerajaaan dari Brunei Darussalam. Karena kerajaan Brunei merupakan koloni Majapahit maka Sambas otomatis pula berada di baawah kekuasaan Majapahit dan bahkan pernah menjadi basis kekuasaan Hindu dan Budha Majapahit yang berpusat di jawa. Dalam kitab Pujasastra Negara Kretagama, di tulis oleh Mpu Prapanca sekitar 1365M, ada satu Bab (Pupuh XII-Pupuh XIV) yang menceritakan tentang eksistensi kerajaan-kerajaan di Nusantara atau di Tanjungpura itu yang setiap tahunnya membayar upeti kepada Raja Majapahit. Dari 21 kerajaan itu ada 18 kerajaan terletak di Kalmantan,yaitu: Kapuhas, Katingan, Kalka, Saludung, Selat ,Pasir, Baritu,Sawaku, Tabalung, Tanjung Kute,dan Malano (Syafarudin Usman MHD,2000:1,Rahman:9). Denagn demikian pada abad ke-14 nama Sambas telah ada sebagai suatu kerajaan di bawah koloni kerajaan Majapahit. Setelah wafatnya Patih Gajahmada (sekitar tahun 1364) kekuasaan Majapahit mulai melemah. Pada pertengahan abad ke-15 Brunei melepaskan diri dari domonasi kerajaan Majapahit, dan sejak kerajaan “Sambas Tua (ST)” Ratu Sepudak juga tidak lagi tunduk kepada kerajaan Majapahit, melainkan tunduk kepada kerajaaan Tumasik atau johor di Semenanjung Malaka. Ketika itu Johor telahpun menjadi kerajaan Melayu Islam. (Rahman;15)
Pada tahun 1609 belanda dengan VOC-nya datang ke Kota Lama dan mengadakan perjanjian dagang dengan kerajaan ini yang di tanda tangani pada 1 Oktober 1609. Wakil VOC dalam perjanjian tersebuat adalah Samuel Bloemaert. (2001;14-16).


Post a Comment