Saturday, June 20, 2015

LAPORAN PENDAHULUAN KEHAMILAN TRIMESTER III



I. KONSEP TEORI

A. Definisi
Kehamilan trimester III adalah kehamilan dengan usia 27-40 minggu, masa ini merupakan suatu yang lebih berorientasi pada realitas untuk menjadi orang tua yang menanti kelahiran anak dimana ikatan antara orang tua dan janin yang berkembang pada trimester ini.

B. Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Pada Ibu Hamil Trimester III
1. Uterus
Pada akhir kehamilan berat uterus menjadi 1000 gram (normal 20 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm, pada kehamilan 28 minggu fundus uterus terletak kira-kira 3 jari di atas pusat atau 1/3 jarak antara pusat ke prosesus xipoedeus. Pada kehamilan 32 minggu fundus uterus terletak 1/2 pusat denga prosesus xipoedeus.  Pada kehamilan 36 minggu fundus uterus berada kira-kira 1 jari di bawah prosesus xipoedeus. Bila pertumbuhan janin normal, maka tinggi fundus uteri 28 minggu adalah 25 cm, pada 32 minggu adalah 27 cm, pada 36 minggu adalah 30 cm. 

2. Vagina dan Vulva
Akibat hormone esterogen mengalami perubahan adanya hipervaskularisasi yang mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah dan kebiru-biruan (tanda chadwick), cairan vagina mulai meningkat dan lebih kental.
3. PayudarA
Mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepas dari pengaruh horman saat kehamilan, yaitu esterogen, dan progesterone.
4.  Sirkulasi Darah
Setelah kehamilan lebih dari 30 minggu, terdapat kecenderungan peningkatan tekanan  darah. Sama halnya dengan pembuluh darah yang lain, vena tungkai juga mengalami distensi vena tungkai berpengaruh pada kehamilan lanjut karena terjadi obstruksi aliran balik vena, akibat tingginya tekanan darah yang kembali dari uterus, keadaan ini menyebabkan varises pada vena tungkai.
5. Sistem Respirasi
Elespansi diafragma dibatasi oleh pembesaran uterus, diafragma  naik 4 cm. Kondisi ini menyebabkan ibu bernafas pendek dan saat terjadi pada 60% wanita hamil.
6. Sistem Pencernaan
Karena pengaruh esterogen, pengeluaran asam lambung meningkat hal ini yang menyebabkan pengeluaran air liur berlebihan (hipersaliva), daerah lambung terasa panas dan mual muntah. Pengaruh esterogen menimbulkan gerakan usus makin berkurang dapat menyebabkan 
7. Sistem Perkemihan
Pada akhir kehamilan, muncul keluhan sering berkemih karena kepala janin turun ke pintu atas panggul, desakan ini menyebabkan kandung kemih terus terasa penuh. Akibat terjadinya hemodiaksi menyebabkan metabolisme air makin lancar sehingga pembentukan urin pun bertambah.

C. Tanda Bahaya Pada Kehamilan Trimester III
1. Perdarahan Pervaginam => Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan kadang-kadang tidak selalu disertai rasa nyeri, kemungkinan plasenta previa atau solusio plasenta.
2. Keluarnya air ketuban sebelum waktunya => KPD adalah apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekana intra uterin atau oleh kedua factor tersebut juga karena adanyaa infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serrviks.
3. Demam Tinggi => Ibu menderita demam yang tinggi dengan suhu > 380C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan adanya infeksi suatu kehamilan.
4. Nyeri Abdomen Yang Hebat => Menunjukkan masalah yang mengancam jiwa, nyeri hebat, menetap, dan tidak hilang setelah istirahat, hal ini bisa berarti apendiksitis, kehamilan ektopik, penyakit radang pelvis, persalinan preterm, iritasi uterus, solusio plasenta, dan infksi saluran kemih.
5. Sakit Kepala Yang Hebat => Sakit kepla yang hebat dan penglihatan kabur dapat menyebabkan gejala kehamilan ini disertai pre-eklamsi.
6. Gerakan Janin Tidak Ada atau Kurang => Ibu mulai merasakan gerakan janin mulai bulan ke-5 atau ke-6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan ini lebih awal, bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat.
7. Anemia => Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan HB dibawah 11 gr/dl pada trimester I dan III. Anemia ini disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berkaitan.

D. Ketidaknyamanan Pada Kehamilan Trimester III
1. Sesak Nafas
Penyebab         : Diafragma terdorong
Penanganan    : Posisi bantal bila tidur menggunakan ekstra bantal
2. Insomnia
Penyebab         : Gerakan janin, kram otot, sering BAK
Penanganan    : Sering berkomunikasi dengan keluarga atau suami
3. Rasa Khawatir dan Cemas
Penyebab         : Gangguan hormonal, khawatir jika ibu setelah melahirkan Penanganan    : Masase perut, minum susu hangat, tidur denga ganjal dibagian bahu.
4. Rasa Tidak Nyaman dan Tekanan pada Perineum
Penyebab         : Pembesaran uterus terutama waktu berdiri dan jalan
Penanganan    : Istirahat, relaksasi, siapkan tubuh, periksa ke petugas kesehatan
5. Kontraksi Palsu (Braxton hicks)
Penyebab         : Kontraksi uterus mempersiapkan persalianan
Penanganan    : Istirahat dan periksa ke petugas kesehatan
6. Kram betis
Penyebab         : Karena penenkanan pada syaraf yang terkait dengan uterus yang   membesar dan perubahan kadar kalsium fospor.
Penanganan    : Masase dan kompres hangat pada otot yang kram.
7. Odema Pada Kaki Sampai Tungkai
Penyebab         : karena berdiri atau berduduk lama, baju ketat dan cuaca panas.
Penanganan    : Asupan cairan dibatasi sehingga berkemih secukupnya saja, dan istirahat dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala

E. Mempersiapkan kelahiran dan tempat persalinan
Kontraksi uterus; wanita diinstruksikan melaporkan frekuensi, durasi, dan intensitas kontraksi uterus. Pada persalinan sejati, penigkatan aktivitas meningkatkan gejala ini, namun pada persalinan palsu akan menghilangkan gejala 
Ketuban pecah : Aliran darah : darah berwarna merah muda, lengket,dan jumlahnya sedikit (berlendir)
1. Mengenali persalinan premature
Awitan persalinan premature ringan dan sulit dikenali, sehingga penting untuk mengatahui cara merasakan kontraksi uterus pada abdomen. Hubungi dokter, klinik, atau unit bersalin jika terdapat salah satu tanda berikut: Mengalami kontraksi uterus setiap 10 menit atau lebih sering selama 1 jam, Mengalami tanda dan gejala lain selama 1 jam, Terdapat bercak darah/kebocoran cairan pada vagina
2. Pendidikan prenatal
Penyuluhan tentang pramelahirkan membantu orang tua melakukan transisi dari peran sebagai orang tua yang menantikan kelahiran bayi menjadi orang tua yang bertanggung jawab atas bayi yang baru saja lahir
3. Program pendidikan untuk orang tua
Kelas tentang kehamilan tahap awal member informasi dasar. Kelas dikembangkan pada area berikut:
a. Perkembangan janin pada tahap dini
b. Perubahan fisiologis dan emosional selama masa hamil
c. Seksualitas manusia
d. Kebutuhan nutrisi ibu dan janin
e. Kelas tentang kehamilan tahap pertengahan menekankan partisipasi wanita dalam merawat dirinya seperti persiapan menyusui dan emberian suus formula, peawatan bayi, higine dasar, keluhan umum, obat-obatan sederhana dan aman, kesehatan bayi dan menjadi orang tua.
f. Kelas tentang kehamilan tahap akhir menekankan pada persalinan dan proses melahirkan. Berbagai metode koping dalam menghadapi persalinan dan proses melahirkan sering menjadi dasar berbagai kelas prenatal.
4. Pilihan tempat melahirkan
a. Pusat melahirkan alternatif
Biasanya bertempat di deretan rumah sakit, jauh dari departemen obstetric tradisional, dekat ruang operasi, ruang bersalin, dan fasilitas perawatan intense medis. Lternative Birth Centers (ABC’s) memiliki akomodasi seperti di rumah seperti tepat tidur ganda untuk pasangan dan tempat tidur bayi. Dilakukan skrinning untuk masuk sehinggaABC’s tidak menerima wanita resiko tinggi. 
b. Pusat melahirkan mandiri
Unit ini sering kali terletak di dekat rumah sakit utama, sehingga transfer cepat ke institusi tersebut dapat dilakukan jika di butuhkan. Pelayanan yang diberikan meliputi pelayanan yang dibutuhkan untuk penatalaksanaan yang aman selama siklus subur. Semua pasien diharapkan menghadiri kelas melahirkan dan menjadiorang tua. Setiap keluarga yang menantikan kelahiran bayinya membuat rencaan melahirkan.

c. Melahirkan di rumah
Di negara berkembang, rumah sakit atau fasilitas yang adekuat tidak tersedia untuk wanita hamil, sehingga melahirkan di rumah menjadi suatu kebutuhan. Praktek melahirkan di rumah dapat dilakukan pada kehamilan tanpa komplikasi.namun, wanita yang memiliki resiko tingi harus diidentifikasi selama periode prenatal dandirujuk untuk melahirkan dirumah sakit.
d. Melahirkan di rumah sakit
Apabila merencanakan untuk melahirkan di rumah sakit, biasanya wanita harus mendaftar terlebih dahulu. Kebanyakan rumah sakit menyedikan pamphlet berisi informasi, banyak fsilitas juga menyediakan orang untuk menjelaskan peraturan rumah sakit. Konseling disediakan untukmeredakan keteganagn yang berhubungan langsung dengan pengalaman melahirkan. Banyak wanita yang bersalin di rumahsakit belum menjalani perawatan prenatal. Tanggung jawab perawat ialah memberi pengetahuan dan dukungan supaya dapat melalui masa subur dengan berhasil


II. ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian meternal
1. Wawancara 
a. Pertanyaan pertama pada wawancara trimester ketiga diajukan dengan tujuan mengidentifikasi kekhawatiran utama wanita hamil pada saat itu. Pemusatan perhatian pada wanita akan membantu kesiapannya untuk belajar dan membuat wanita itu yakin bahwa perawat memerhatikannya sebagai individu. Berdasarkan kebutuhan yang diutarakan pasien, keadaan wanita saat itu, dan hal-hal yang biasa dibutuhkan kabanyakan wanita pada tahap akhir kehamilan, keputusan klinis perawat menjadi pedoman isi dan arah wawancara.
b. Tinjauan ulang system-sistem tubuh perlu dilakukan pada setiap pertemuan. Setiap tanda atau gejala yang mencurigakan harus dikaji dengan mendalam. Identifikasi rasa tidak nyaman yang mencerminkan adaptasi terhadap kehamilan. Pertanyaan –pertanyaan khusus diajukan untuk mengkaji kemungkinan infeksi contoh: (saluran kemih, saluran pernafasan). Pengetahuan tentang tindakan perawatan diri dan keberhasilannya dan  terapi yang diresepkan dikaji. Respon psikososial terhadap kehamilan dan pendekatan menjadi orang tua dikaji.
2. Pemeriksaan fisik
Selama pemeriksaan fisik pada trimester ketiga, suhu, nadi, pernafasan, tekanan darah, dan berat dikaji dan dicatat. Tanda dan gejala yang mencurigakan dan ditemukan selama wawancara dikaji. Keberadaan, lokasi, dan derajat edema didokumentasi dengan cermat. Usia gestasi dikonfirmasi, di beberapa klinik, pemeriksaan pelvis mingguan dimulai pada minggu ke-36 sampai ke-38 dan dilanjutkan sampai aterm, terutama untuk memastikan bagian presentasi, stase, dan dilatasi daneffacement serviks.
3. Uji laboratorium
Pada setiap kunjungan, dilakukan pemeriksaan urine untuk mendeteksi glukosa dan albumin. Tes kultur dan sensitivitas urine dilakukan jika diperlukan. Di beberapa fasilitas kesehatan, pada setiiap kunjungan dilakukan pemeriksaan hematokrit darah yang diambil menggunakan pipet. Tes darah diulang sesuai kebutuhan: tes untuk mendeteksi sifilis; hitung darah lengkap meliputi hematokrit, hemoglobin, dan hitung diferensial; skrinning antibody (kell, duffy, rubella, toksoplasmosis, anti-Rh, AIDS);sel sabit; dan kadar asam folat jika ada indikasi. Apabila tidak dilakukan pada awal kehamilan, maka pada wanita berusia lebih dari 25 tahun, dilakukan pemeriksaan glukosa. Apusan serviks dan vagina diulang pada minggu ke-32 atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya organism Chlamydia, gonore, herpes simpleks tipe 1 dan 2, dan streptokokus grup B.
4. Pengkajian janin
a. Sejak minggu ke-32, identifikasi presentasi, posisi, dan stasiun( engagement) janin dengan bantuan maneuver Leopold dilakukan setiap minggu.
b. Tinggi fundus diukur pada setiap kunjungan. Ukuran dan besar(berat) uterus dibandingkan dengan usia kehamilan yang sesungguhnya. Walaupun beberapa klinisi dapat memperkirakan  berat janin dengan ketepatan yang mangagumkan, perkiraan itu umumnya tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan. Perkiraan berat janin meningkat keakuratannya melalui pengukuran diameter biparietal ( biparietal diameter determination [BPD] pada pemeriksaan ultrasonografi. Kemungkinan adanya retardasi pertumbuhan janin, kehamilan kembar, dan ketidakkeakuratan taksiran partus (TP) dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi.
c. Status kesehatan janin dievaluasi pada setiap kunjungan. Ibu diminta menjelaskan gerakan janin. Ibu ditanya apakah ia mengalami tanda komplikasi potensial yang perlu dilaporkan misalnya perubahan gerakan janin, ketuban pecah.

B. DIAGNOSA   KEPERAWATAN
1. Kerusakan koping individu yang berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang:
Pengkajian resiko. Misalnya persalinan premature
Mengenali awitan persalinan palsu atau sejati
Tindakan perawatan diri
Pengaturan kedaruratan
2. Perubahan proses keluarga yang berhubungan dengan:
Pemahaman tentang perubahan dan perubahan pada kebutuhan pada trimester ketiga yang tidak adekuat 
Kekhawatiran yang meningkat terhadap persalinan 
Insomnia atau kurang tidur 
3. Gangguan pola tidur yang berhubungan dengan:
Rasa tidak nyaman paada akhir kehamilan
Kecemasan dalam menghadapi persalina
4. Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan
Peningkatan berat dan perubahan pusat gravitasi
Ansietas
Gangguan tidur

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
Rencana perawatan pasien dn keluarganya selama kehamilan trisemeter tiga disusun berdasarkan diagnosis keperawatan yang diidentifikasi dan penyajian yang komprehensif terhadapkeluarga yang sedang menantikan kelahiran bayi. Rencana  bersifat individual, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien dan kebutuhan keluarganya. Hasil akhir yang diharapkan pada trisemester pertama dan kedua. Hasil akhir yang diharapkan, yang berkaitan dengan perawatan fisiologis meliputi hal-hal berikut:
1. Wanita dan keluarga menyatakan bahwa mereka memiliki informasi yang berhubungan dengan adaptasi maternal dan perkembangan janin sebagai dasar untuk memahami penatalaksanan perawatan selama trisemester ketiga
2. Wanita akan memahami perawatan diri
3. Ibu akan mengenali gejala-gejala yang mengindikasi penyimpangan dari kemajuan normal dan mengetahui protocol kemudian melaporkannya
4. Mendiskusikan masalah yang berhubungan dengan isu-isu seksualitas pada trisemester ketiga
5. Mendiskusikan perubahan fisik berkenaan dengan persalinan
6. Mengidentiikasikan sumber-sumber yang dapat untuk mendapatkan informasi tentang perawatan bayi
7. Mencari pertolongan medis dengan tepat jika terdapat tanda dan gejala yang berbahaya
8. Mengungkapkan pemahaman tentang factor-faktor resiko individu yang potensial terhadap cedera dan komplikasi
9. Hasil-hasil yang diharapkan yang berhubungan dengan perawatan psikososial meliputi hal-hal berikut:
10. Wanita menyatakan bahwa ia perlu belajar
11. Wanita dan keluarga berpartisipasi akti dalam perawatan mereka selama trisemester tiga kehamilan
12. Hubungan saling percaya wanita akan terus berkembang
13. Mengungkapkan kesiapan untuk persalinan atau kelahiran bayi
14. Mendiskusikan perubahan citra tubuh dan impian
15. Mencari model peran positif dalam persiapan menjadi orang tua
16. Mengungkapkan rasa percaya diri mengenal peran baru
17. Wanita dan suaminya mengekspresikan kepuasan bersama denga hubungan seksual
18. Melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan perasaan segar
19. Mengubah gaya hidup/perilaku yang menurunkan resiko
20. Mendiskusikan reaksi emosional pada trisemester ketiga


III. DAFTAR PUSTAKA

Bobak.2004.Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4.Jakarta:ECG
Pilliteri, Adele.2002.Buku Saku Keperawatan.Jakarta:ECG
Simkin,Penny.2007.Panduan Lengkap Kehamilan Dan Bayi Edisi Revisi.Jakarta:ECG



Post a Comment